Ingin Meminjam Dana dengan P2P Lending? Perhatikan Persyaratannya!

Ingin-Meminjam-Dana-dengan-P2P-Lending-Perhatikan-Persyaratannya
Foto dari Canva

Semua orang tentu akan mengajukan pinjaman dana jika berada di suatu kondisi terdesak dengan banyak kebutuhan, namun tidak dapat memenuhinya. Kini telah hadir sistem peminjaman yang praktis, tidak ribet, dan bisa diproses dalam waktu singkat. Hal tersebut disediakan satu paket melalui jasa keuangan yang berbasis Fintech.

Inilah 4 Persyaratan Peminjaman Dana dengan Sistem P2P Lending Berbasis Fintech

Meskipun ada banyak sekali keuntungan yang bisa Anda peroleh ketika meminjam dana secara online karena kecanggihan Fintech. Tetapi semua hal itu hanya bisa didapatkan dengan cara dan langkah yang tepat. Anda tidak dapat memanfaatkan segala keuntungannya tanpa mengikuti berbagai syarat yang telah ditetapkan agar ketentuan bisa disepakati kedua pihak.

Read More

Bagi Anda yang hendak memanfaatkan sistem P2P lending dari fintech di Indonesia tentu harus mengetahui beberapa syarat penting berikut ini.

1. Baca Informasi Penting Sebelum Mengajukan Pinjaman

Anda tentu menginginkan peminjaman dana terjadi melalui pihak terpercaya dan berada di bawah naungan OJK agar Anda sebagai peminjam mendapatkan perlindungan. Anda memang akan mendapatkannya, tetapi jika telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pihak penyedia jasa.

Anda perlu membaca informasi secara detail tentang ketentuan proses peminjaman dana terlebih dahulu. Informasi tersebut pasti dicantumkan secara lengkap dan detail di beberapa produk aplikasi yang Anda temui saat menginstallnya. Salah satunya berkaitan dengan Fintech yang dipahami sebagai sebuah kesepakatan perdata sehingga pasti ada risiko.

2. Lakukan Tahap Peminjaman Sesuai Aturan

Risiko akan dihadapi oleh kedua belah pihak dan mereka harus mampu menyelesaikannya berdasarkan kesepakatan bersama. Anda dapat menghindari risiko dari pinjaman online tersebut dengan cara taat sesuai aturan. Beberapa aturan pasti dicantumkan pada produk Fintech yang dikeluarkan oleh penyedia jasa.

Aturan tersebut antara lain yakni:

  • Pengetahuan dan pengalaman pihak pinjam peminjam berkaitan dengan alternatif investasi p2p.
  • Peminjam harus mempertimbangkan secara matang jumlah dana yang diajukan sesuai kemampuan untuk melunasinya.
  • Kecurangan yang diperbuat oleh si peminjam akan tersebar luas di jagat media online.
  • Tuntutan berhak diajukan jika terjadi kelalaian yang dilakukan oleh si peminjam atau si pemberi pinjaman.
  • Pinjaman yang diajukan harus disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak.

3. Peminjam Harus Bertanggungjawab Atas Beberapa Hal

Selain peraturan di atas, para peminjam juga harus bertanggungjawab ketika terjadi hal yang bermula dari ketidakpatuhan mereka atas aturan tersebut. Mereka harus bertanggung jawab karena beberapa hal di bawah ini.

  • Tidak dapat memenuhi pengembalian dana sesuai batas waktu yang ditentukan.
  • Akun aplikasi Fintech diblokir karena kesalahan pengguna.
  • Kecurangan tercatat secara permanen dan diketahui masyarakat luas.

4. Lakukan Peminjaman Atas Dasar Kebutuhan

Seperti yang telah dijelaskan pada beberapa poin sebelumnya bahwa pihak peminjam harus memenuhi berbagai persyaratan dan menanggung segala risiko. Agar tidak terhindar dari risiko bahaya yang sering terjadi yakni gagal bayar, sebaiknya pinjamlah sesuai kebutuhan. Anda harus memutuskan secara matang untuk meminjam dana ataukah tidak.

Jika tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan dana sesuai batas waktu, sebaiknya jangan mengajukan pinjaman. Lakukan di saat mendesak saja jika Anda adalah seorang peminjam biasa.

Anda sangat disarankan untuk pinjam modal usaha melalui sistem p2p lending yang daftar investasi resmi OJK di Amartha.com jika memiliki target dan antusiasme untuk mencapai keuntungan dalam waktu tertentu. Pastikan bahwa bidang bisnis atau investasi yang Anda pilih memang menjanjikan agar terhindar dari risiko gagal bayar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.